|
Dalam kesendirian ia berfikir bahwa berubahnya
setiap waktu pasti diikuti berubahnya keadaan, keadaan yang berbeda
diperlukan sikap yang berbeda pula
dalam menjalaninya. Ia sering terbawa oleh keadaan saat bersikap,
sehingga muncul ekspresi bahagia, sedih, marah, acuh dan berbagai sikap lain.
Dalam kondisi tertentu ia juga menyesali mengapa ia tadi bersikap demikian,
mengapa ia tadi marah, mengapa tadi ia sedih, mengapa ia tadi bersikap
demikian. Ia baru bisa berfikir jernih ketika keadaan tenang..ah mengapa
begitu ,,bukankah seharusnya ia bersabar dulu sebelum bersikap, sehingga ia
bisa mendasarkan sikapnya pada ajaran agama…?
|
Senin, 12 Februari 2018
BERUSAHA BERSIKAP BIJAK DALAM MENGHADAPI SEGALA SITUASI
Langganan:
Postingan (Atom)
